SINDROM NEFROTIK SENSITIF STEROID IPNA 2022

IPNA Clinical Practice Recommendations Pediatric Nephrology 2022 Steroid-Sensitive Nephrotic Syndrome

Sindrom Nefrotik Sensitif Steroid pada Anak: Diagnosis, Klasifikasi, Terapi, Relaps & Monitoring

Ringkasan ilmiah dan visual berbasis International Pediatric Nephrology Association (IPNA) Clinical Practice Recommendations untuk diagnosis dan tata laksana steroid-sensitive nephrotic syndrome (SSNS) pada anak.

Materi ini dirancang sebagai clinical learning article dengan algoritme, diagram, timeline terapi, tabel definisi, serta infografis untuk memudahkan pengambilan keputusan klinis.

01. Gambaran Besar SSNS

85–90%
Anak mencapai remisi lengkap dalam 4–6 minggu terapi glukokortikoid
70–80%
Pasien yang sensitif steroid mengalami ≥1 relaps selama follow-up
≈50%
Dapat mengalami frequent relapses atau steroid dependence
Clinical concept: SSNS bukan sekadar masalah “proteinuria + edema”. Setelah remisi tercapai, fokus klinis bergeser menjadi: mencegah relaps, mengurangi paparan steroid, mendeteksi toksisitas obat, mempertahankan pertumbuhan, dan menjaga kualitas hidup anak.

02. Mengapa Terjadi Edema?

Glomerular protein leakage Massive proteinuria Hypoalbuminemia ↓ plasma oncotic pressure Edema dependent / anasarca Konsekuensi klinis Infeksi pneumonia peritonitis cellulitis Hipovolemia tachycardia oliguria / AKI shock Tromboemboli hypercoagulability hemokonsentrasi immobilisasi Toksisitas terapi steroid CNI immunosuppressant
Infografis konseptual berdasarkan karakteristik klinis SSNS dalam rekomendasi IPNA.

03. Definisi Kunci IPNA

Nephrotic-range proteinuria
UPCR ≥200 mg/mmol (≥2 mg/mg) pada urine spot, atau proteinuria ≥1000 mg/m²/hari pada urine 24 jam.
Nephrotic syndrome
Nephrotic-range proteinuria + hypoalbuminemia serum <30 g/L atau edema bila albumin tidak tersedia.
Complete remission
UPCR ≤20 mg/mmol (0,2 mg/mg), atau <100 mg/m²/hari, atau dipstick negatif/trace selama ≥3 hari berturut-turut.
Partial remission
UPCR >20 tetapi <200 mg/mmol (>0,2 tetapi <2 mg/mg) dan albumin ≥30 g/L.
SSNS
Complete remission dalam 4 minggu setelah prednisolone/prednisone dosis standar: 60 mg/m²/hari atau 2 mg/kg/hari, maksimum 60 mg/hari.
SRNS
Tidak mencapai complete remission setelah 4 minggu PDN dosis standar.
SSNS late responder
Complete remission tercapai pada minggu ke-4 sampai minggu ke-6 terapi PDN.
Relapse
Dipstick ≥3+ atau UPCR ≥200 mg/mmol (≥2 mg/mg) selama 3 hari berturut-turut, dengan atau tanpa edema.

Bagaimana membedakan IRNS, FRNS dan SDNS?

Setelah complete remission IRNS Infrequently relapsing <2 relaps dalam 6 bulan pertama atau <3 relaps / 12 bulan FRNS Frequently relapsing ≥2 relaps dalam 6 bulan pertama atau ≥3 relaps / 12 bulan SDNS Steroid-dependent 2 relaps berturut-turut selama terapi PDN atau ≤14 hari setelah penghentian PDN dosis tinggi
Klasifikasi relaps menurut definisi IPNA 2022.
Makna klinis: definisi FRNS bukan hanya label frekuensi relaps. IPNA menggunakannya sebagai sinyal untuk beralih dari pendekatan “treat each relapse” menuju strategi preventif untuk mengurangi relaps dan toksisitas kortikosteroid.

04. Pendekatan Diagnosis

Pada anak dengan edema yang bersifat gravity-dependent, IPNA merekomendasikan evaluasi untuk sindrom nefrotik. Proteinuria sebaiknya dinilai menggunakan urine spot, preferably first-morning void, atau urine 24 jam. Pada episode pertama, nephrotic-range proteinuria sebaiknya dikonfirmasi secara kuantitatif sebelum terapi dimulai.

Anak dengan edema gravity-dependent Urinalisis + kuantifikasi proteinuria UPCR / 24-hour protein Nephrotic-range proteinuria? UPCR ≥2 mg/mg atau ≥1000 mg/m²/hari Tidak Cari penyebab edema non-nefrotik dan diagnosis alternatif Ya Nephrotic syndrome cek albumin + evaluasi klinis Setelah diagnosis NS → nilai usia + presentasi klinis atypical features • family history • extrarenal features BP • eGFR • hematuria • C3 • infection • secondary causes
Diagram edukatif yang merangkum alur evaluasi diagnostik IPNA.

Red flags: kapan perlu mempertimbangkan biopsi?

🔴 Atypical presentation

  • Makroskopik hematuria
  • C3 rendah
  • AKI yang tidak berkaitan dengan hipovolemia
  • Hipertensi persisten
  • Artritis dan/atau rash
  • Temuan ekstrarenal yang mengarah ke glomerulonefritis

👶 Infantile onset

Usia 3–12 bulan memerlukan pertimbangan genetic testing dan/atau kidney biopsy sesuai ketersediaan pemeriksaan dan gambaran klinis.

🧬 Suspek herediter

  • Family history positif
  • Manifestasi sindromik
  • Congenital NS
  • SRNS

05. Terapi Episode Pertama

Prinsip utama IPNA: setelah work-up diagnostik selesai dan diputuskan sebagai idiopathic NS, anak usia >3 bulan dapat diberikan prednisone/prednisolone (PDN).
Fase 1 — setiap hari

PDN 60 mg/m²/hari atau 2 mg/kg/hari

Maksimum 60 mg/hari.

Diberikan sebagai single morning dose.

Pilihan A — 4 + 4 minggu

4 minggu daily → 4 minggu alternate-day

Alternate-day: 40 mg/m²/dosis atau 1,5 mg/kg/dosis, maksimum 40 mg pada hari pemberian.

Pilihan B — 6 + 6 minggu

6 minggu daily → 6 minggu alternate-day

Alternate-day menggunakan dosis yang sama: 40 mg/m²/dosis atau 1,5 mg/kg/dosis, maksimum 40 mg.

Catatan penting: IPNA tidak merekomendasikan tapering selama fase alternate-day dosing.

Decision point: minggu ke-4

Mulai PDN
60 mg/m²/hari
atau 2 mg/kg/hari
→
Evaluasi
minggu ke-4
→
Complete remission
→ SSNS
atau
Partial / no remission
→ confirmation period

🟢 Complete remission ≤4 minggu

Diklasifikasikan sebagai SSNS.

🟠 Partial remission pada minggu ke-4

Masuk confirmation period minggu 4–6. Bila complete remission baru tercapai pada periode ini, disebut SSNS late responder.

Jika tidak mencapai complete remission sampai minggu ke-6 meskipun terdapat partial remission pada minggu ke-4, pasien diklasifikasikan sebagai SRNS.

06. Tata Laksana Relaps

RELAPS PDN 2 mg/kg/hari atau 60 mg/m²/hari — maksimum 60 mg Sampai complete remission UPCR ≤0,2 mg/mg atau dipstick negatif/trace ≥3 hari Alternate-day PDN 1,5 mg/kg atau 40 mg/m² × 4 minggu
Ringkasan regimen relaps menurut IPNA 2022.

07. FRNS & SDNS: Kapan Beralih ke Maintenance?

1
FRNS: maintenance therapy diperlukan; pilihan dapat berupa low-dose PDN atau steroid-sparing agent.
2
SDNS: IPNA merekomendasikan steroid-sparing agent.
3
Complicated relapse: merupakan alasan untuk mempertimbangkan steroid-sparing strategy.
4
Not controlled on therapy: bila masih sering relaps meskipun sudah menggunakan terapi maintenance atau muncul toksisitas bermakna.

08. Steroid-Sparing Agents

IPNA tidak menetapkan satu agen sebagai pilihan universal terbaik atau satu urutan terapi yang berlaku untuk semua pasien. Pemilihan perlu mempertimbangkan karakteristik penyakit, usia, pubertas, adherence, komorbiditas, profil efek samping, biaya, dan ketersediaan obat.

Agen Dosis IPNA Monitoring utama Efek samping penting
Low-dose PDN alternate-day ≤0,5 mg/kg alternate-day
maks. 20 mg
BP, tinggi, berat badan setiap 3 bulan;
pemeriksaan mata tahunan
Weight gain, hipertensi, hiperglikemia, gangguan perilaku, gangguan tidur, growth failure, Cushingoid features, glaukoma, katarak, bone pain, avascular necrosis
Low-dose PDN daily ≤0,25 mg/kg/hari
maks. 10 mg/hari
BP, tinggi, berat badan; pemeriksaan mata Toksisitas glukokortikoid
Cyclosporin A 3–5 mg/kg/hari dalam 2 dosis
maks. 250 mg/hari

Target C0 60–100 ng/mL atau C2 300–550 ng/mL
BP, CBC, kreatinin, eGFR, K, LFT, lipid, uric acid, drug level Nephrotoxicity, hipertensi, tremor, seizures, PRES, hirsutism, gingival hyperplasia
Tacrolimus 0,1–0,2 mg/kg/hari dalam 2 dosis
maks. 10 mg/hari

Target C0 3–7 ng/mL
BP, CBC, kreatinin, eGFR, K, LFT, lipid, Mg, fasting glucose, drug level Nephrotoxicity, hipertensi, tremor, PRES, diabetes mellitus
Cyclophosphamide 2 mg/kg/hari selama 12 minggu atau 3 mg/kg/hari selama 8 minggu
maks. 150 mg/hari
CBC setiap 14 hari selama terapi Leukopenia, infeksi berat, alopecia, gangguan fertilitas, GI upset, hemorrhagic cystitis
Levamisole 2–2,5 mg/kg alternate-day
maks. 150 mg
CBC dan LFT setiap 3 bulan;
ANCA baseline dan setiap 6 bulan
Artritis, vasculitic rash, neutropenia, abnormal LFT
MMF / MPS MMF mulai 1200 mg/m²/hari dalam 2 dosis
maks. 3000 mg/hari
CBC dan LFT setiap 3 bulan; pertimbangkan therapeutic drug monitoring Nyeri abdomen, diare, weight loss, leukopenia, anemia, abnormal LFT, verrucae
Rituximab 375 mg/m² sebanyak 1–4 dosis per course, mingguan
maks. 1000 mg/dosis
CBC, LFT, CD19, IgG; skrining infeksi sebelum terapi Infusion reaction, infeksi, reaktivasi virus, IgG deficiency, infeksi TB/HBV/JC virus
Prinsip pemilihan obat: tidak ada “ranking” universal antar steroid-sparing agents. IPNA menekankan individualisasi terapi berdasarkan efektivitas, toksisitas, usia, komorbiditas, adherence, preferensi keluarga, biaya dan ketersediaan.

Catatan khusus Calcineurin Inhibitor

Cyclosporin A

Start: 3–5 mg/kg/hari, dua dosis.

Target: C0 60–100 ng/mL atau C2 300–550 ng/mL.

Gunakan dosis terendah yang masih mempertahankan kontrol.

Tacrolimus

Start: 0,1–0,2 mg/kg/hari, dua dosis.

Target: C0 3–7 ng/mL.

Perhatikan interaksi obat dan peningkatan level saat terjadi diare berat.

CNI toxicity: IPNA merekomendasikan menghindari penggunaan CNI berkepanjangan >2–3 tahun bila memungkinkan. Bila CNI harus dilanjutkan, pertimbangkan kidney biopsy setelah 2–3 tahun untuk mengevaluasi toksisitas.

09. Edema: Jangan Hanya Melihat Berat Edema

Salah satu pesan penting IPNA adalah: derajat edema tidak selalu mencerminkan volume intravaskular. Anak dengan edema berat dapat mengalami kondisi underfilled, volume intravaskular relatif terjaga, atau overfilled.

Anak dengan edema Nilai volume intravaskular BP • HR • CRT • urine output • AKI UNDERFILLED tachycardia prolonged CRT oliguria / AKI ± hypotension → albumin sesuai kondisi VOLUME TERJAGA edema tanpa tanda hipovolemia low-salt diet hindari restriksi cairan rutin evaluasi klinis serial OVERFILLED hipertensi fluid overload urine output relatif terjaga → terapi cairan/diuretik dengan monitoring ketat
Konsep “underfill vs overfill” dari algoritme IPNA untuk edema SSNS.
Hindari kesalahan klinis: pada anak dengan hipovolemia, pemberian diuretik dapat meningkatkan risiko trombosis, hypovolemic shock, dan AKI.

Prinsip albumin pada hipovolemia

Kondisi Pendekatan IPNA
Hipovolemia dengan tanda seperti oliguria, AKI, prolonged CRT, takikardia atau abdominal discomfort Albumin 20% atau 25%. Bila volume telah pulih tetapi urine output tidak adekuat, furosemide IV 1–2 mg/kg dapat diberikan pada pertengahan dan/atau akhir infus.
Hypovolemic shock / hypotension Albumin 4% atau 5% tanpa furosemide dalam konteks resusitasi.
Severe edema tanpa marked intravascular volume contraction Albumin 20–25% 0,5–1 g/kg selama 4–6 jam, dengan furosemide 1–2 mg/kg IV pada pertengahan/akhir bila sesuai kondisi.

10. Pencegahan Tromboemboli

⚠️ Faktor risiko

  • Hypercoagulability akibat NS
  • Hipovolemia
  • Immobilisasi
  • Infeksi dan hospitalisasi
  • Central venous line
  • Predisposisi trombofilia herediter

✓ Prinsip pencegahan

  • Hindari immobilisasi
  • Hindari kontraksi volume intravaskular
  • Nilai risiko individual
  • Perhatikan riwayat tromboemboli
  • Kurangi faktor risiko iatrogenik

Antikoagulasi?

Bukti tidak cukup untuk merekomendasikan profilaksis antikoagulasi rutin pada semua anak dalam fase nefrotik akut.

Bila profilaksis diperlukan berdasarkan risiko individual, IPNA menyarankan pertimbangan LMWH.

11. Infeksi: Salah Satu Komplikasi Utama

SSNS + immunosuppression Peritonitis abdominal pain / fever Cellulitis skin / soft tissue infection Pneumonia respiratory infection Sepsis complicated relapse
Status vaksinasi perlu diperiksa dan dilengkapi sesuai standar nasional, dengan perhatian khusus terhadap pneumokokus, meningokokus, Haemophilus influenzae, hepatitis B, influenza, varicella-zoster dan vaksin lain sesuai konteks klinis.

12. Monitoring: Dari Rumah hingga Klinik

🏠 Home monitoring

  • Urine dipstick first morning void
  • Setiap hari sampai remisi
  • Minimal 2×/minggu pada tahun pertama
  • Harian bila ≥1+, demam, infeksi atau edema

🩺 Clinical follow-up

  • BP setiap kunjungan
  • Volume status dan edema saat relaps
  • Tanda infeksi
  • Efek samping obat
  • Berat dan tinggi badan

👁️ Monitoring steroid

  • Growth velocity
  • BMI
  • Cushingoid features
  • Behavior/sleep
  • Glaukoma/katarak
  • Bone health

Checklist follow-up

Parameter Frekuensi / konteks Tujuan
Urine dipstick Harian sampai remisi; minimal 2×/minggu tahun pertama Deteksi dini remisi dan relaps
Blood pressure Setiap kunjungan Deteksi hipertensi
Edema / volume status Terutama saat relaps Membedakan underfill vs overfill
Growth chart Setiap kunjungan Deteksi growth impairment dan steroid toxicity
BMI + height velocity Pada pasien yang menerima PDN dalam 12 bulan terakhir Monitoring dampak steroid terhadap pertumbuhan
Ophthalmology Tahunan pada pasien yang menggunakan PDN Glaukoma dan katarak
CBC, kreatinin, eGFR, urea, elektrolit, albumin Sesuai kebutuhan; terutama pasien menggunakan obat atau complicated relapse Monitoring penyakit dan toksisitas
Drug level CsA / TAC / MPA sesuai terapi Optimasi dosis dan keamanan
25-OH-vitamin D FRNS/SDNS; tahunan setelah ≥3 bulan remisi Bone health

13. Steroid Toxicity: Apa yang Harus Dicari?

Metabolik

  • Weight gain / obesity
  • Hiperglikemia
  • Hipertensi

Pertumbuhan

  • Growth velocity <25th percentile
  • Height <3rd percentile
  • Perubahan BMI

Neurologis & psikososial

  • Gangguan perilaku
  • Gangguan tidur
  • Psychiatric disorders

Ocular

  • Glaukoma
  • Katarak

Musculoskeletal

  • Bone pain
  • Osteopenia / bone health problem
  • Avascular necrosis

Cutaneous

  • Cushingoid features
  • Striae rubrae/distensae
  • Acne

14. Bone Health

Strategi IPNA:
  1. Minimalkan paparan steroid.
  2. Gunakan dosis efektif terendah.
  3. Gunakan alternate-day therapy saat memungkinkan.
  4. Pertimbangkan steroid-sparing agent bila muncul toksisitas.
  5. Pastikan asupan kalsium adekuat.
  6. Evaluasi 25-OH-vitamin D pada FRNS/SDNS sesuai rekomendasi.

Target 25-OH-vitamin D menurut IPNA

>20 ng/mL
atau >50 nmol/L pada evaluasi yang direkomendasikan

15. Master Algorithm SSNS Anak

Anak dengan Nephrotic Syndrome Evaluasi usia + atypical features family history • extrarenal signs • BP • eGFR • hematuria Start standard PDN bila sesuai SSNS Evaluasi respons minggu ke-4 REMISI LENGKAP → SSNS lanjutkan regimen TIDAK LENGKAP → confirmation period minggu 4–6 Follow-up urine dipstick edema • BP • toxicity Minggu ke-6 remisi → late responder tidak remisi → SRNS
Master algorithm edukatif yang menggabungkan definisi, respons terapi, follow-up, dan titik eskalasi.

16. Clinical Pearls

💡 Pearl 1

Jangan menggunakan edema sebagai satu-satunya indikator status volume. Anak dengan edema dapat mengalami hipovolemia intravaskular.

💡 Pearl 2

First-morning urine sangat berguna untuk pemantauan proteinuria dan membantu menghindari interpretasi orthostatic proteinuria.

💡 Pearl 3

FRNS ≥2 relaps dalam 6 bulan pertama atau ≥3 relaps dalam periode 12 bulan merupakan definisi IPNA 2022.

💡 Pearl 4

Pada relaps, PDN diberikan setiap hari sampai complete remission, kemudian dilanjutkan alternate-day selama 4 minggu.

💡 Pearl 5

SDNS merupakan kondisi yang memerlukan strategi steroid-sparing untuk mengurangi ketergantungan terhadap glukokortikoid.

💡 Pearl 6

Pada CNI, gunakan dosis terendah yang efektif dan perhatikan durasi penggunaan serta potensi nephrotoxicity.

17. One-Page Summary

Domain Inti rekomendasi IPNA
Diagnosis Konfirmasi nephrotic-range proteinuria secara kuantitatif pada episode pertama; gunakan spot first-morning UPCR bila memungkinkan.
Typical child >1 tahun Tidak rutin memerlukan kidney biopsy atau genetic testing bila presentasi tipikal.
PDN episode pertama 60 mg/m²/hari atau 2 mg/kg/hari, maksimum 60 mg, diikuti alternate-day 40 mg/m² atau 1,5 mg/kg, maksimum 40 mg.
SSNS Complete remission dalam 4 minggu terapi PDN standar.
Late responder Complete remission pada minggu 4–6.
SRNS Tidak mencapai complete remission sampai minggu ke-6 setelah partial remission pada minggu ke-4.
Relaps PDN 2 mg/kg/hari atau 60 mg/m²/hari sampai remisi, kemudian 1,5 mg/kg atau 40 mg/m² alternate-day selama 4 minggu.
FRNS ≥2 relaps dalam 6 bulan pertama atau ≥3 relaps dalam 12 bulan.
SDNS 2 relaps berturut-turut selama terapi PDN yang direkomendasikan atau dalam 14 hari setelah penghentian.
FRNS/SDNS Maintenance therapy; pilihan meliputi low-dose PDN dan steroid-sparing agents sesuai profil pasien.
Monitoring Urine dipstick, BP, edema/volume status, growth, BMI, steroid toxicity, infeksi, serta monitoring obat.
CNI Therapeutic drug monitoring dan perhatian terhadap nephrotoxicity; hindari penggunaan berkepanjangan bila memungkinkan.

Referensi Utama

  1. Trautmann A, Boyer O, Hodson E, et al. IPNA clinical practice recommendations for the diagnosis and management of children with steroid-sensitive nephrotic syndrome. Pediatric Nephrology. 2022.
  2. International Pediatric Nephrology Association (IPNA). Clinical Practice Recommendations for children with SSNS.
  3. Bagian penting yang digunakan dalam artikel: Definitions and diagnostic work-up; Initial work-up; Primary immunosuppressive treatment; Relapsing SSNS; Steroid-sparing agents; Monitoring; Edema and volume status; Thrombosis; Infection; Bone health.
Catatan: Artikel ini merupakan materi edukasi/learning resource yang disusun dari dokumen IPNA yang diunggah. Dosis dan keputusan terapi tetap harus disesuaikan dengan kondisi individual pasien, kontraindikasi, monitoring, protokol institusi, serta rekomendasi lokal yang berlaku.

Komentar