Sindrom Nefrotik Sensitif Steroid pada Anak: Diagnosis, Klasifikasi, Terapi, Relaps & Monitoring
Ringkasan ilmiah dan visual berbasis International Pediatric Nephrology Association (IPNA) Clinical Practice Recommendations untuk diagnosis dan tata laksana steroid-sensitive nephrotic syndrome (SSNS) pada anak.
Materi ini dirancang sebagai clinical learning article dengan algoritme, diagram, timeline terapi, tabel definisi, serta infografis untuk memudahkan pengambilan keputusan klinis.
01. Gambaran Besar SSNS
02. Mengapa Terjadi Edema?
03. Definisi Kunci IPNA
Bagaimana membedakan IRNS, FRNS dan SDNS?
04. Pendekatan Diagnosis
Pada anak dengan edema yang bersifat gravity-dependent, IPNA merekomendasikan evaluasi untuk sindrom nefrotik. Proteinuria sebaiknya dinilai menggunakan urine spot, preferably first-morning void, atau urine 24 jam. Pada episode pertama, nephrotic-range proteinuria sebaiknya dikonfirmasi secara kuantitatif sebelum terapi dimulai.
Red flags: kapan perlu mempertimbangkan biopsi?
🔴 Atypical presentation
- Makroskopik hematuria
- C3 rendah
- AKI yang tidak berkaitan dengan hipovolemia
- Hipertensi persisten
- Artritis dan/atau rash
- Temuan ekstrarenal yang mengarah ke glomerulonefritis
👶 Infantile onset
Usia 3–12 bulan memerlukan pertimbangan genetic testing dan/atau kidney biopsy sesuai ketersediaan pemeriksaan dan gambaran klinis.
🧬 Suspek herediter
- Family history positif
- Manifestasi sindromik
- Congenital NS
- SRNS
05. Terapi Episode Pertama
PDN 60 mg/m²/hari atau 2 mg/kg/hari
Maksimum 60 mg/hari.
Diberikan sebagai single morning dose.
4 minggu daily → 4 minggu alternate-day
Alternate-day: 40 mg/m²/dosis atau 1,5 mg/kg/dosis, maksimum 40 mg pada hari pemberian.
6 minggu daily → 6 minggu alternate-day
Alternate-day menggunakan dosis yang sama: 40 mg/m²/dosis atau 1,5 mg/kg/dosis, maksimum 40 mg.
Decision point: minggu ke-4
60 mg/m²/hari
atau 2 mg/kg/hari
minggu ke-4
→ SSNS
→ confirmation period
🟢 Complete remission ≤4 minggu
Diklasifikasikan sebagai SSNS.
🟠 Partial remission pada minggu ke-4
Masuk confirmation period minggu 4–6. Bila complete remission baru tercapai pada periode ini, disebut SSNS late responder.
06. Tata Laksana Relaps
07. FRNS & SDNS: Kapan Beralih ke Maintenance?
08. Steroid-Sparing Agents
IPNA tidak menetapkan satu agen sebagai pilihan universal terbaik atau satu urutan terapi yang berlaku untuk semua pasien. Pemilihan perlu mempertimbangkan karakteristik penyakit, usia, pubertas, adherence, komorbiditas, profil efek samping, biaya, dan ketersediaan obat.
| Agen | Dosis IPNA | Monitoring utama | Efek samping penting |
|---|---|---|---|
| Low-dose PDN alternate-day |
≤0,5 mg/kg alternate-day maks. 20 mg |
BP, tinggi, berat badan setiap 3 bulan; pemeriksaan mata tahunan |
Weight gain, hipertensi, hiperglikemia, gangguan perilaku, gangguan tidur, growth failure, Cushingoid features, glaukoma, katarak, bone pain, avascular necrosis |
| Low-dose PDN daily |
≤0,25 mg/kg/hari maks. 10 mg/hari |
BP, tinggi, berat badan; pemeriksaan mata | Toksisitas glukokortikoid |
| Cyclosporin A |
3–5 mg/kg/hari dalam 2 dosis maks. 250 mg/hari Target C0 60–100 ng/mL atau C2 300–550 ng/mL |
BP, CBC, kreatinin, eGFR, K, LFT, lipid, uric acid, drug level | Nephrotoxicity, hipertensi, tremor, seizures, PRES, hirsutism, gingival hyperplasia |
| Tacrolimus |
0,1–0,2 mg/kg/hari dalam 2 dosis maks. 10 mg/hari Target C0 3–7 ng/mL |
BP, CBC, kreatinin, eGFR, K, LFT, lipid, Mg, fasting glucose, drug level | Nephrotoxicity, hipertensi, tremor, PRES, diabetes mellitus |
| Cyclophosphamide |
2 mg/kg/hari selama 12 minggu
atau 3 mg/kg/hari selama 8 minggu maks. 150 mg/hari |
CBC setiap 14 hari selama terapi | Leukopenia, infeksi berat, alopecia, gangguan fertilitas, GI upset, hemorrhagic cystitis |
| Levamisole |
2–2,5 mg/kg alternate-day maks. 150 mg |
CBC dan LFT setiap 3 bulan; ANCA baseline dan setiap 6 bulan |
Artritis, vasculitic rash, neutropenia, abnormal LFT |
| MMF / MPS |
MMF mulai 1200 mg/m²/hari
dalam 2 dosis maks. 3000 mg/hari |
CBC dan LFT setiap 3 bulan; pertimbangkan therapeutic drug monitoring | Nyeri abdomen, diare, weight loss, leukopenia, anemia, abnormal LFT, verrucae |
| Rituximab |
375 mg/m² sebanyak 1–4 dosis
per course, mingguan maks. 1000 mg/dosis |
CBC, LFT, CD19, IgG; skrining infeksi sebelum terapi | Infusion reaction, infeksi, reaktivasi virus, IgG deficiency, infeksi TB/HBV/JC virus |
Catatan khusus Calcineurin Inhibitor
Cyclosporin A
Start: 3–5 mg/kg/hari, dua dosis.
Target: C0 60–100 ng/mL atau C2 300–550 ng/mL.
Gunakan dosis terendah yang masih mempertahankan kontrol.
Tacrolimus
Start: 0,1–0,2 mg/kg/hari, dua dosis.
Target: C0 3–7 ng/mL.
Perhatikan interaksi obat dan peningkatan level saat terjadi diare berat.
09. Edema: Jangan Hanya Melihat Berat Edema
Salah satu pesan penting IPNA adalah: derajat edema tidak selalu mencerminkan volume intravaskular. Anak dengan edema berat dapat mengalami kondisi underfilled, volume intravaskular relatif terjaga, atau overfilled.
Prinsip albumin pada hipovolemia
| Kondisi | Pendekatan IPNA |
|---|---|
| Hipovolemia dengan tanda seperti oliguria, AKI, prolonged CRT, takikardia atau abdominal discomfort | Albumin 20% atau 25%. Bila volume telah pulih tetapi urine output tidak adekuat, furosemide IV 1–2 mg/kg dapat diberikan pada pertengahan dan/atau akhir infus. |
| Hypovolemic shock / hypotension | Albumin 4% atau 5% tanpa furosemide dalam konteks resusitasi. |
| Severe edema tanpa marked intravascular volume contraction | Albumin 20–25% 0,5–1 g/kg selama 4–6 jam, dengan furosemide 1–2 mg/kg IV pada pertengahan/akhir bila sesuai kondisi. |
10. Pencegahan Tromboemboli
⚠️ Faktor risiko
- Hypercoagulability akibat NS
- Hipovolemia
- Immobilisasi
- Infeksi dan hospitalisasi
- Central venous line
- Predisposisi trombofilia herediter
✓ Prinsip pencegahan
- Hindari immobilisasi
- Hindari kontraksi volume intravaskular
- Nilai risiko individual
- Perhatikan riwayat tromboemboli
- Kurangi faktor risiko iatrogenik
Antikoagulasi?
Bukti tidak cukup untuk merekomendasikan profilaksis antikoagulasi rutin pada semua anak dalam fase nefrotik akut.
Bila profilaksis diperlukan berdasarkan risiko individual, IPNA menyarankan pertimbangan LMWH.
11. Infeksi: Salah Satu Komplikasi Utama
12. Monitoring: Dari Rumah hingga Klinik
🏠 Home monitoring
- Urine dipstick first morning void
- Setiap hari sampai remisi
- Minimal 2×/minggu pada tahun pertama
- Harian bila ≥1+, demam, infeksi atau edema
🩺 Clinical follow-up
- BP setiap kunjungan
- Volume status dan edema saat relaps
- Tanda infeksi
- Efek samping obat
- Berat dan tinggi badan
👁️ Monitoring steroid
- Growth velocity
- BMI
- Cushingoid features
- Behavior/sleep
- Glaukoma/katarak
- Bone health
Checklist follow-up
| Parameter | Frekuensi / konteks | Tujuan |
|---|---|---|
| Urine dipstick | Harian sampai remisi; minimal 2×/minggu tahun pertama | Deteksi dini remisi dan relaps |
| Blood pressure | Setiap kunjungan | Deteksi hipertensi |
| Edema / volume status | Terutama saat relaps | Membedakan underfill vs overfill |
| Growth chart | Setiap kunjungan | Deteksi growth impairment dan steroid toxicity |
| BMI + height velocity | Pada pasien yang menerima PDN dalam 12 bulan terakhir | Monitoring dampak steroid terhadap pertumbuhan |
| Ophthalmology | Tahunan pada pasien yang menggunakan PDN | Glaukoma dan katarak |
| CBC, kreatinin, eGFR, urea, elektrolit, albumin | Sesuai kebutuhan; terutama pasien menggunakan obat atau complicated relapse | Monitoring penyakit dan toksisitas |
| Drug level | CsA / TAC / MPA sesuai terapi | Optimasi dosis dan keamanan |
| 25-OH-vitamin D | FRNS/SDNS; tahunan setelah ≥3 bulan remisi | Bone health |
13. Steroid Toxicity: Apa yang Harus Dicari?
Metabolik
- Weight gain / obesity
- Hiperglikemia
- Hipertensi
Pertumbuhan
- Growth velocity <25th percentile
- Height <3rd percentile
- Perubahan BMI
Neurologis & psikososial
- Gangguan perilaku
- Gangguan tidur
- Psychiatric disorders
Ocular
- Glaukoma
- Katarak
Musculoskeletal
- Bone pain
- Osteopenia / bone health problem
- Avascular necrosis
Cutaneous
- Cushingoid features
- Striae rubrae/distensae
- Acne
14. Bone Health
- Minimalkan paparan steroid.
- Gunakan dosis efektif terendah.
- Gunakan alternate-day therapy saat memungkinkan.
- Pertimbangkan steroid-sparing agent bila muncul toksisitas.
- Pastikan asupan kalsium adekuat.
- Evaluasi 25-OH-vitamin D pada FRNS/SDNS sesuai rekomendasi.
Target 25-OH-vitamin D menurut IPNA
15. Master Algorithm SSNS Anak
16. Clinical Pearls
💡 Pearl 1
Jangan menggunakan edema sebagai satu-satunya indikator status volume. Anak dengan edema dapat mengalami hipovolemia intravaskular.
💡 Pearl 2
First-morning urine sangat berguna untuk pemantauan proteinuria dan membantu menghindari interpretasi orthostatic proteinuria.
💡 Pearl 3
FRNS ≥2 relaps dalam 6 bulan pertama atau ≥3 relaps dalam periode 12 bulan merupakan definisi IPNA 2022.
💡 Pearl 4
Pada relaps, PDN diberikan setiap hari sampai complete remission, kemudian dilanjutkan alternate-day selama 4 minggu.
💡 Pearl 5
SDNS merupakan kondisi yang memerlukan strategi steroid-sparing untuk mengurangi ketergantungan terhadap glukokortikoid.
💡 Pearl 6
Pada CNI, gunakan dosis terendah yang efektif dan perhatikan durasi penggunaan serta potensi nephrotoxicity.
17. One-Page Summary
| Domain | Inti rekomendasi IPNA |
|---|---|
| Diagnosis | Konfirmasi nephrotic-range proteinuria secara kuantitatif pada episode pertama; gunakan spot first-morning UPCR bila memungkinkan. |
| Typical child >1 tahun | Tidak rutin memerlukan kidney biopsy atau genetic testing bila presentasi tipikal. |
| PDN episode pertama | 60 mg/m²/hari atau 2 mg/kg/hari, maksimum 60 mg, diikuti alternate-day 40 mg/m² atau 1,5 mg/kg, maksimum 40 mg. |
| SSNS | Complete remission dalam 4 minggu terapi PDN standar. |
| Late responder | Complete remission pada minggu 4–6. |
| SRNS | Tidak mencapai complete remission sampai minggu ke-6 setelah partial remission pada minggu ke-4. |
| Relaps | PDN 2 mg/kg/hari atau 60 mg/m²/hari sampai remisi, kemudian 1,5 mg/kg atau 40 mg/m² alternate-day selama 4 minggu. |
| FRNS | ≥2 relaps dalam 6 bulan pertama atau ≥3 relaps dalam 12 bulan. |
| SDNS | 2 relaps berturut-turut selama terapi PDN yang direkomendasikan atau dalam 14 hari setelah penghentian. |
| FRNS/SDNS | Maintenance therapy; pilihan meliputi low-dose PDN dan steroid-sparing agents sesuai profil pasien. |
| Monitoring | Urine dipstick, BP, edema/volume status, growth, BMI, steroid toxicity, infeksi, serta monitoring obat. |
| CNI | Therapeutic drug monitoring dan perhatian terhadap nephrotoxicity; hindari penggunaan berkepanjangan bila memungkinkan. |
Referensi Utama
- Trautmann A, Boyer O, Hodson E, et al. IPNA clinical practice recommendations for the diagnosis and management of children with steroid-sensitive nephrotic syndrome. Pediatric Nephrology. 2022.
- International Pediatric Nephrology Association (IPNA). Clinical Practice Recommendations for children with SSNS.
- Bagian penting yang digunakan dalam artikel: Definitions and diagnostic work-up; Initial work-up; Primary immunosuppressive treatment; Relapsing SSNS; Steroid-sparing agents; Monitoring; Edema and volume status; Thrombosis; Infection; Bone health.
Komentar